an ordinary blog from an ordinary undergraduate student, internet surfer, avid fan of computer, amateur musician and photographer.
In: Movies & TVs
7 Mar 2008
Hari ini nonton film Pride and Prejudice di HBO. Sebuah film romantis bersetting di Inggris, abad 19.
Gw udah mulai tertarik nonton nih film sejak ngeliat cuplikannya di HBO. Tapi ga inget buat nonton. Kemaren pas lagi ganti-ganti channel, ngeliat Pride and Prejudice. Tapi pas akhir filmnya. Cuma beberapa detik, terus muncul deh nama sutradara, aktor, aktris, dsb (yang layarnya item itu).
Hari ini, untungnya ada. Dan gw pun nonton deh. Gak dari awal sih. Kira-kira kelewat 5-10 menit lah
Berikut sinopsisnya:
Di Inggris, hiduplah keluarga Bennet yang terdiri dari Mr. Bennet, Mrs. Bennet, dan 5 putrinya; Jane, Elizabeth, Lydia, Mary, dan Kitty. Mrs. Bennet ingin putri-putrinya menikah sebelum Mr. Bennet mati. Sebab, setelah Mr. Bennet mati, yang akan mewarisi peternakan mereka, Longbourn, adalah sepupu Mr Bennet yaitu Mr. Collins.
Mereka senang ketika mengetahui Charles Bingley pindah ke Netherfield. Charles Bingley adalah seorang bujangan kaya. Di sebuah pesta dansa, Bingley terpikat dengan Jane, anak tertua dari lima bersaudara Bennet. Sementara itu, Elizabeth tidak menyukai Fitzwilliam Darcy, teman Bingley, karena sikapnya yang tidak mau berdansa dengan wanita manapun padahal jumlah pria di pesta dansa itu lebih sedikit daripada wanita sehingga banyak wanita tidak punya pasangan. Elizabeth juga mendengar kata-kata Darcy yang mengatakan dirinya “tidak cukup cantik untuk memikat hatinya.”
Jane diundang ke Netherfield. Dan dalam kunjungannya itu, ia sakit sehingga tidak bisa langsung pulang. Elizabeth pun menyusul untuk menjenguk kakaknya. Di sana ia bertemu kembali dengan Darcy yang sedang berbicara dengan Caroline, adik Bingley.
Kemudian muncullah Mr. Collins, saudara sepupu Mr. Bennet. Mrs. Bennet menginginkan Elizabeth untuk menikah dengannya sehingga bisa menyelamatkan Longbourn. Setelah itu juga muncul Mr. Wickham, yang sempat menarik hati Elizabeth. Mr. Wickham membuat Elizabeth tambah benci dengan Mr. Darcy dengan ceritanya.
Kisah romantis ini terus bergulir dengan adanya berbagai konflik. Seperti konflik di dalam keluarga Bennet, konflik antara Darcy dengan Elizabeth, juga hubungan Jane dengan Bingley.
————
Overall, menurut gw film ini bagus dan layak buat ditonton (kalo gak layak tonton, pasti udah gw matiin tuh HBO). Kisah cintanya dewasa (jadi bukan film buat orang yang suka film cinta remaja)
Welcome to Fiona Angelina's personal blog! This blog contains about a lot of things, anything that just *POPS* in my head. Most posts in this blog is in Indonesian, but I sometimes also create a post in English. It all depends on what I want to say. Some things are better expressed in Indonesian, the others in English. Though the inconsistent use of language in this blog, hope you still enjoy exploring my blog and learn a lot of things. Don't forget to give some comments too. Don't worry, I won't bite :P Happy reading~!
5 Responses to Pride and Prejudice
wew
March 18th, 2008 at 6:07 pm
Gue udah nonton tuh. Lumayanlah, walopun gue ga bakal mau nonton dua kali. Si Keira cantik banget wehehehe.
fiona
March 18th, 2008 at 6:51 pm
knp van emgnya ga mao nonton 2x? keira emang cakep
wew
March 22nd, 2008 at 6:26 pm
Rasanya mirip2 pas nonton kingkong ato LOTR bagus tapi cepet males ^^
karin
July 3rd, 2009 at 4:01 pm
imho its better than kingkong or lotr
“No, you may only call me “Mrs. Darcy” when you are completely, perfectly and incandescently happy”
fiona
July 4th, 2009 at 8:40 pm
@karin: kingkong malesin. tapi lotr bagus sih. walopun cocokan untuk 1 kali nonton