an ordinary blog from an ordinary undergraduate student, internet surfer, avid fan of computer, amateur musician and photographer.
In: News and Events
30 Jan 2009

Aussie Open 2009 Semifinal: Rafael Nadal vs Fernando Verdasco
Hari ini seneng banget, semifinal Nadal di Aussie Open 2009 yang gw tunggu-tunggu akhirnya terlaksana dan tertuntaskan dengan kemenangan Rafael Nadal. Ini berarti Nadal bakal ketemu Roger Federer di final Australian Open 2009. Momen yang gw tunggu-tunggu sejak pertandingan-terbaik-sepanjang-gw-nonton-tennis di final Wimbledon 2008.
Again, it’s another long match from Rafael Nadal…
Gw selalu mengidentikkan Nadal dengan “lelet”. Pertandingan dia emang cenderung lama-lama semua. Banyak rally. Soalnya lebih banyak mukul dari belakang baseline. Beda banget ama Federer yang cenderung menuntaskan poin secepat-cepatnya. Tapi terkadang keleletan Nadal ini yang membuat pertandingan dia menarik. Setiap pukulan dalam rally Nadal itu menggila semua. Penuh power dan juga spin. Jadi ikutan seru nontonnya. Serasa tanding beneran.
Semifinal Australian Open 2009 antara Nadal dan Verdasco menjadi pertandingan terlama sepanjang sejarah Australian Open yaitu 5 jam 14 menit. Gw dari awal memang udah memprediksi kalo pertandingan bakal berjalan alot sih. Tapi gak nyangka sealot ini. Faktor-faktor yang tampaknya membuat alot (menurut gw):
Set pertama ditutup dengan tiebreak untuk keunggulan Verdasco. Awal-awal tiebreak masih seimbang gitu. Sampe ada bolanya Verdasco kena net, terus masuk wilayah Nadal. Alhasil membuat Verdasco unggul 6-5 pas servis Nadal. Kemudian seinget gw Verdasco yang servis dan akhirnya dapet poin untuk menutup tiebreak.
Set kedua, masih berjalan alot. Skor sama terus. Saling mempertahankan servis sampe akhirnya Nadal ngebreak menjelang akhir set dan mendapat game 6-4.
Set ketiga, lagi-lagi alot. Verdasco makin agresif aja. Akhirnya ditutup lagi pake tiebreak. Kali ini Nadal yang unggul dalam perolehan poin tiebreak. Set keempat, alot lagi alot lagi. Tiebreak lagi, tapi Verdasco yang berhasil mendominasi. Verdasco bahkan sempet unggul 6-0 di tiebreak. Sebelum Verdasco menutup tiebreak, Nadal sempat merebut 1 poin.
Udah mulai set kelima, gw makin stres. Takut Nadal kalah, maklum. Hehe. Keadaan balik imbang. Lagi-lagi jalannya pertandingan alot. Nadal ada beberapa kali kesempatan buat nge-break Verdasco, tapi gak berhasil juga buat convert, makanya gw gemes. Ampe deuce berapa kali juga sempet, tapi akhirnya Verdasco berhasil mengamankan serve-nya.
Pas kedudukan 5-4 untuk keunggulan Nadal (Verdasco serve), Nadal berhasil memperoleh 3 poin beruntun. Nadal pun mendapatkan 3 match point. 2 match point diamankan Verdasco dengan sangat brilian. Sangat-sangat agresif. Di poin terakhir, si Verdasco bikin fault sekali. Gw ampe becandain adik gw saking sebel dengan alotnya pertandingan, “Eh, udah ya double fault aja, biar gak tegang ngeliatin rally-nya.” Weleh, beneran double fault!
Sayang banget match bagus malah ditutup dengan double fault, padahal secara keseluruhan penampilan Verdasco bagus banget loh. Eh, malah double fault di saat genting. Match point loh! Break point aja penting, apalagi match point. Akibat double fault Verdasco, Nadal pun melaju ke babak final Australian Open untuk pertama kalinya.
Ini juga merupakan final Grand Slam lapangan keras pertama Nadal. Sebelumnya Nadal hanya mencapai semifinal di Australian Open (tahun 2008, kalah oleh Jo-Wilfried Tsonga).
Hasil pertandingan:
Rafael Nadal [1] def Fernando Verdasco [14] 6-7(4) 6-4 7-6(2) 6-7(1) 6-4
Selama pertandingan, jumlah winner Verdasco mencapai 95. Sementara Nadal “cuma” 52. Sedangkan unforced error Verdasco mencapai 76, dan Nadal hanya 25.
Kalo liat pertandingannya, emang sih Verdasco lebih agresif dibanding Nadal. Nadal terlihat seperti lebih banyak defense. Well, gw mengharapkan lebih banyak ke-agresifan dia sih pas lawan Federer hari Minggu nanti. Gw awam tennis loh, jadi itu sepenglihatan gw aja.

Really looking forward to Australian Open 2009 final this Sunday
Welcome to Fiona Angelina's personal blog! This blog contains about a lot of things, anything that just *POPS* in my head. Most posts in this blog is in Indonesian, but I sometimes also create a post in English. It all depends on what I want to say. Some things are better expressed in Indonesian, the others in English. Though the inconsistent use of language in this blog, hope you still enjoy exploring my blog and learn a lot of things. Don't forget to give some comments too. Don't worry, I won't bite :P Happy reading~!
2 Responses to Dream Final: Rafael Nadal vs Roger Federer
orinocohafen
February 1st, 2009 at 11:43 am
Gw dukung Federer aja, hahaha. Lebih suka gaya permainannya Federer, efisien & efektif, gak pake lama2 kaya Nadal. :p
fiona
February 1st, 2009 at 12:43 pm
@orinocohafen: seruan yang lama2 donk. jadi seru nontonnya. kalo terlalu cepet, gak seru. haha
yang pasti harus nontonnn! mudah2an bagus pertandingannya kek pas nadal vs verdasco