Fotografi Adalah Racun Duniawi

In: Personal

27 Jun 2009

Ya, fotografi adalah racun. Racun duniawi. Atau bisa juga disebut dengan parasit. Yang tiada hentinya meracuni gw untuk membeli barang-barang pelengkap setiap harinya.

Kalo Anda tidak siap bokek? Jangan masuk fotografi :mrgreen:

Gw gak menyangka keniatan iseng-iseng gw bakal berbuah ke terkena racun fotografi. Awalnya berniat cuma beli kamera prosumer super duper standar dilengkapi 1 buah lensa kit 18-55mm lengkap dengan Vibration Reduction (VR) atau Image Stabilizer (IS) saja. Tetapi terus berlanjut dengan membeli kamera untuk level semi-pro ditambah lensa yang beranak 1 yaitu lensa tele-zoom murah 55-250mm IS.

Eh, terkena racun untuk membeli tripod (yang katanya menjadi suatu keharusan bagi mereka-mereka yang berkecimpung di dunia fotografi). Berhubung beli kameranya yang cukup berbobot, otomatis tripodnya juga gak bisa yang abal-abal. Karena berat di kamera juga, membeli tripodnya malas juga yang berat-berat. Terjebaklah gw untuk mencari tripod yang harganya terjangkau, maximum load capacity-nya gede ditambah dengan weight-nya yang memungkinkan mobility yang mantap untuk traveling.

Research lagi… Research lagi…


Manfrotto 725B


Slik Sprint Pro II 3 Way

Sejauh ini sih ada 2 merk yang berkesan di hati gw, Slik atau Manfrotto. Untuk Slik gw tertarik Slik Sprint Pro II 3 Away yang dibandrol Rp 841.500,00 (sesuai harga di JPC Kemang pada 27 Juni 2009). Sementara untuk Manfrotto tertarik dengan Manfrotto 725B yang dibandrol Rp 1.347.500,00 (sesuai harga di JPC Kemang pada 27 Juni 2009). Keuntungan Manfrotto ada di ballhead-nya (yang gw kurang tau buat apa, tapi keknya asik kalo punya, mungkin untuk memudahkan pergerakan kamera di atas tripod) dan di case-nya (dapet tripod case-nya gitu).

Untuk maximum load capacity-nya sih yang Slik 2 kg, sedangkan Manfrotto 3,5 kg. Udah cukup lah untuk kamera seperti gw. Tambah lagi gw gak mungkin beli lensa super-tele yang harganya ratusan hingga M-an, dan beratnya udah kek bulldozer. Senambah-nambahnya paling lensa fix dan lensa wide. Itu aja keknya udah memuaskan hati gw (entah kalo ada racun-racun lagi).

Tambahan lainnya paling external flash. Tapi sekarang lagi ngebetnya tripod sih.

Ampun deh, mak! Fotografi itu racun banget. Membuat gw ngiler terus. Tampaknya koneksi internet perlu diputus biar gak research barang-barang berbau fotografi terus :P Belom cuma itu, cable release lah, buku-buku fotografi, kursus fotografi, semuanya harus merogoh kocek dalam-dalam.

Tapi di balik itu, bener-bener deh ada kepuasan tersendiri dalam berfotografi-ria. Gw bisa bangga seabrek-abrek kalo bisa membuat foto yang sangat inspiring. Untuk sekarang emang belum ada yang inspiring sih. Tapi sekadar bagus (menurut gw) udah ada.

Ya Tuhan, berikanlah saya scanner dan kemudahan untuk berbisnis online biar punya duit banyak buat beli barang-barang fotografi idaman!

Share this post
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • Blogosphere News
  • Live
  • Reddit
  • LinkedIn
  • MySpace
  • RSS
  • Tumblr
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz

5 Responses to Fotografi Adalah Racun Duniawi

Avatar

vcore

July 7th, 2009 at 1:22 am

moga aja jd fotograper handal

Avatar

javer

July 12th, 2009 at 10:49 pm

ya gtu lah kalo ud keracunan :p
siap2 kuar duit banyak buat hal2 yang awalnya tidak disangka2 :) )

Avatar

fiona

July 13th, 2009 at 1:06 am

@javer: udah terjebak gak bisa keluar lagi. udah mencicipi asiknya menjepret shutter kamera, gak bisa lepas :P

Avatar

wira

July 15th, 2009 at 6:29 am

hahah..emang bener banget tuh..
Racun dunia..saya setuju
btw salam kenal :D

Avatar

Cydra Al-Fath

September 3rd, 2009 at 7:22 pm

Hmm menarik ya pencarian tripodnya..
Ada pilihan lain tu coba deh browsing tentang Excell UFO 260 sm Excell UFO 268 lumayan bagus tuh an murah lagi:D
Salam jepret selalu dan salam kenal ya:)

Comment Form

Welcome

Welcome to Fiona Angelina's personal blog! This blog contains about a lot of things, anything that just *POPS* in my head. Most posts in this blog is in Indonesian, but I sometimes also create a post in English. It all depends on what I want to say. Some things are better expressed in Indonesian, the others in English. Though the inconsistent use of language in this blog, hope you still enjoy exploring my blog and learn a lot of things. Don't forget to give some comments too. Don't worry, I won't bite :P Happy reading~!

  • fiona: @rudy: nice to meet you too. thanks for the compliment. really appreciate that :D [...]
  • rudy: wow...nice to meet you Fiona.. i'm amaze with what you already did in your blog.. very great... a [...]
  • fiona: @julianusginting: yeap it is a tv series :) [...]
  • julianusginting: MOnk...a tv series?mmh...i just know... [...]
  • marlon angky reumy: thanks very much.because sdddh memmmbntu Z dLm meNYELESAIAKN TUGAS Makalah Biologi.Sx lagi mksih ba [...]

Free Domain!

Free domain from .co.cc. Simply check your domain's availability, and register. It's free for personal use! And only costs you $3 for commercial. If you're interested, click on the little banner below to proceed. Please use this referral link to help me maintaining this blog :)

CO.CC:Free Domain

http://www.co.cc/?id=152017

Advertising


Masukkan Code ini K1-Y7AD94-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com


Subscribe

Portfolio


Categories

Archives