an ordinary blog from an ordinary undergraduate student, internet surfer, avid fan of computer, amateur musician and photographer.
In: News and Events
6 Feb 2010Per 1 Februari 2010, beberapa mall menerapkan aturan tarif parkir baru yang melanggar ketentuan dari Perda parkir. Jika sebelumnya pengguna mobil diwajibkan membayar Rp 2.000,- untuk 1 jam pertama dan Rp. 2000,- untuk per penambahan 1 jam berikutnya, sekarang aturan tersebut diubah menjadi pengguna mobil diwajibkan membayar Rp 4.000,- untuk 2 jam pertama dan Rp 4.000,- untuk per penambahan 2 jam berikutnya. Untuk tarif motor, dari Rp 1.000,- untuk 1 jam pertama dan Rp 1.000,- untuk per penambahan 1 jam berikutnya menjadi Rp 2.000,- untuk 2 jam pertama dan Rp. 2.000,- untuk per penambahan 2 jam berikutnya.
Kalau kita parkirnya untuk jam-jam genap yang mepet sih mungkin tarif baru ini tidak akan terasa. Tapi bayangkan, mereka yang harus membayar parkir lewat sebentar sebesar Rp. 4000,- padahal cuma ingin menurunkan penumpang di lobby.
Oke, di post ini gw tidak menjelaskan lebih rinci lagi pendapat gw tentang kenaikan tarif ini. Yang ingin gw soroti adalah pernyataan humas Plaza Semanggi yang merupakan salah satu mall di Jakarta yang menerapkan tarif parkir baru.
Menurut Tania kenaikan tarif parkir itu bertujuan untuk mengurangi jumlah kendaraan pengunjung. Pasalnya, areal parkir mal itu tidak mencukupi kebutuhan pengunjung yang membawa kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
“Pertimbangannya areal parkir kita yang sangat terbatas.Prediksinya dengan menaikan tarif dapat membatasi kendaraan yang masuk. Tapi regulasi ini tidak begitu saja, kita lihat dulu respon pengunjung seperti apa,” jelas Tania.
Source: DetikNews
http://www.detiknews.com/read/2010/02/05/215817/1294156/10/plaza-semanggi-bantah-belum-turunkan-tarif-parkir?991102605
Dari kutipan DetikNews di atas, dapat disimpulkan kenaikan tarif parkir dilakukan untuk membatasi jumlah kendaraan pengunjung yang masuk ke areal parkir, sehingga mencukupi kebutuhan parkir pengunjung di Plaza Semanggi.
Merasa ada yang aneh?
Coba kita analogikan dengan orang yang menjual roti. Setiap hari 100 roti diproduksi, dan setiap hari roti tersebut habis dibeli orang-orang. Bahkan ada orang yang ingin membeli roti tersebut tetapi sudah kehabisan. Apakah penjual roti akan menaikkan harga roti untuk mencukupi kebutuhan roti setiap orang? Tentu tidak. Untuk mencukupi kebutuhan roti setiap orang, tingkatkanlah produksi roti tersebut! Bukan menaikkan harganya. Jikalaupun si penjual roti menaikkan harganya, pasti karena dia ingin mencari profit lebih.
Demikian juga dengan kebijakan Plaza Semanggi. Mana mungkin sih tarif dinaikkan untuk mengurangi tingkat hunian parkir di sana? Kalau memang ingin mencari profit lebih, akui sajalah. Gak usah berkelit mencari-cari alasan lain, yang justru malah konyol abis…
Welcome to Fiona Angelina's personal blog! This blog contains about a lot of things, anything that just *POPS* in my head. Most posts in this blog is in Indonesian, but I sometimes also create a post in English. It all depends on what I want to say. Some things are better expressed in Indonesian, the others in English. Though the inconsistent use of language in this blog, hope you still enjoy exploring my blog and learn a lot of things. Don't forget to give some comments too. Don't worry, I won't bite :P Happy reading~!